[save_as_pdf_pdfcrowd]

Report

Hasil Analisa Tools Business Review

Profil Perusahaan

Nama Pemilik : -

Nama Checker : -

Nama Usaha : -

Resume

Rangkuman Laporan BCU Tools

Struktur Organisasi

BAHAYA!

Job Description

BAHAYA!

Business Process

BAHAYA!

SOP Pembelian banyak yang tidak ada, lebih dari 50% SOP belum dibuat dengan baik. Sebaiknya segera dilengkapi SOP-SOP yang dilist dikolom check point. Karena SOP tersebut penting sekali sebagai proses kontroling didalam proses pembelian. SOP-SOP tersebut juga berfungsi untuk mengurangi terjadinya fraud diproses pembelian. Terlebih lagi untuk SOP pengisian data supplier ini sangat penting juga. Karena ada klien kami yang mendapatkan kecurangan dalam bentuk transfer dana ke rekening palsu, dikarenakan supplier tidak mengisi data dengan benar.

SOP Produksi banyak yang tidak ada, lebih dari 50% SOP belum dibuat dengan baik. Sebaiknya segera dilengkapi SOP-SOP yang dilist dikolom check point. Karena SOP tersebut penting sekali sebagai proses kontroling didalam proses produksi. SOP-SOP tersebut juga berfungsi untuk mengurangi terjadinya fraud diproses produksi.

SOP Penjualan banyak yang tidak ada, lebih dari 50% SOP belum dibuat dengan baik. Sebaiknya segera dilengkapi SOP-SOP yang dilist dikolom check point. Karena SOP tersebut penting sekali sebagai proses kontroling didalam proses penjualan. SOP-SOP tersebut juga berfungsi untuk mengurangi terjadinya fraud diproses penjualan.
Terlebih lagi untuk SOP pengecekan kepastian data pelanggan ini sangat penting juga. Karena banyak juga kecurangan yang terjadi dalam transaksi penjualan kredit. Kadang ada customer yang kelihatannya baik dan melakukan pembelian dalam nominal yang cukup besar, namun ternyata customernya bisa jadi fiktif dan mengakibatkan kerugian yang cukup besar diperusahaan.

SOP Financial Management banyak yang tidak ada, lebih dari 50% SOP belum dibuat dengan baik. Sebaiknya segera dilengkapi SOP SOP yang dilist dikolom check point. Karena SOP tersebut penting sekali sebagai proses kontroling didalam proses keuangan. SOP-SOP tersebut juga berfungsi untuk mengurangi terjadinya fraud diproses keuangan. SOP ini sangat urgent untuk diperhatikan, karena merupakan pintu dari pada keluar dan masuknya uang.

SOP Inventory Management banyak yang tidak ada, lebih dari 50% SOP belum dibuat dengan baik. Sebaiknya segera dilengkapi SOP-SOP yang dilist dikolom check point. Karena SOP tersebut penting sekali sebagai proses kontroling didalam proses inventory. SOP-SOP tersebut juga berfungsi untuk mengurangi terjadinya fraud diproses inventory. Apabila mungkin perusahaan Anda juga belum pernah melakukan stock opname, hal ini ada baiknya mulai diperhatikan. Karena stock opname juga merupakan salah satu bentuk kontrol terhadap transaksi-transaksi yang terjadi diinventory perusahaan.

SOP Human Development banyak yang tidak ada, lebih dari 50% SOP belum dibuat dengan baik. Sebaiknya segera dilengkapi SOP-SOP yang dilist dikolom check point. Karena SOP tersebut penting sekali sebagai proses kontroling didalam proses human development. SOP-SOP tersebut juga berfungsi untuk mengurangi terjadinya fraud diproses human development.

Dokumen Approval

BAHAYA!

Dokumen belum ditata dengan rapi. Pengarsipan dokumen merupakan salah satu hal yang diperlukan agar perusahaan bisa segera auto pilot. Karena dengan dokumen yang tertata rapi, maka proses audit dan pengontrolan bisa dilakukan dengan lebih mudah. Terutama ketika mau mencari dokumen-dokumen penting, akan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Approval pada proses pembelian banyak yang tidak ada, diatas 50% approval belum dilakukan / dilakukan oleh orang yang tidak tepat. Approval (tandatangan persetujuan) merupakan salah satu fungsi kontrol yang seharusnya tidak boleh diremehkan. Mulai tingkatkan kebiasaan untuk menandatangani dokumen secara rutin. Lalu coba direview apakah standard approval terlalu longgar atau malah terlalu memberatkan tiap-tiap divisi untuk melakukan proses approval.

Approval pada proses produksi banyak yang tidak ada, diatas 50% approval belum dilakukan / dilakukan oleh orang yang tidak tepat. Approval (tandatangan persetujuan) merupakan salah satu fungsi kontrol yang seharusnya tidak boleh diremehkan. Mulai tingkatkan kebiasaan untuk menandatangani dokumen secara rutin. Lalu coba direview apakah standard approval terlalu longgar atau malah terlalu memberatkan tiap-tiap divisi untuk melakukan proses approval.

Approval pada proses penjualan banyak yang tidak ada, diatas 50% approval belum dilakukan / dilakukan oleh orang yang tidak tepat. Approval (tandatangan persetujuan) merupakan salah satu fungsi kontrol yang seharusnya tidak boleh diremehkan. Mulai tingkatkan kebiasaan untuk menandatangani dokumen secara rutin. Lalu coba direview apakah standard approval terlalu longgar atau malah terlalu memberatkan tiap-tiap divisi untuk melakukan proses approval.

Approval pada proses financial management banyak yang tidak ada, diatas 50% approval belum dilakukan / dilakukan oleh orang yang tidak tepat. Approval (tandatangan persetujuan) merupakan salah satu fungsi kontrol yang seharusnya tidak boleh diremehkan. Mulai tingkatkan kebiasaan untuk menandatangani dokumen secara rutin. Lalu coba direview apakah standard approval terlalu longgar atau malah terlalu memberatkan tiap-tiap divisi untuk melakukan proses approval.

Approval pada proses inventory management banyak yang tidak ada, diatas 50% approval belum dilakukan / dilakukan oleh orang yang tidak tepat. Approval (tandatangan persetujuan) merupakan salah satu fungsi kontrol yang seharusnya tidak boleh diremehkan. Mulai tingkatkan kebiasaan untuk menandatangani dokumen secara rutin. Lalu coba direview apakah standard approval terlalu longgar atau malah terlalu memberatkan tiap-tiap divisi untuk melakukan proses approval.

Inventory Management

BAHAYA!

Inventory masih belum sama sekali diberikan kode dan nama yang standard, dengan pengkategorian inventory yang jelas. Ada baiknya sudah mulai dijadwalkan untuk memberikan kode, nama dan kategori yang jelas untuk setiap inventory yang ada diperusahaan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya agar kontrol inventory kedepan dapat dilakukan dengan maksimal dan benar.

Layout gudang masih belum ditata untuk memenuhi kebutuhan moving inventory dan memperhatikan pula kategori fast/slow moving, volume dan berat dari inventory yang bersangkutan. Layouting gudang diperlukan sebagai dasar untuk melakukan penataan inventory yang efektif. Ketika layout sudah dibuat dengan baik, maka produktivitas dari flow inventory akan bisa lebih maksimal dan tenaga kerja di gudang akan bisa lebih produktif.

Gudang masih belum menggunakan tools yang mencukupi untuk proses penataan dan moving inventory. Misalnya rak, pallet, hand pallet, forklift ataupun alat lain yang dibutuhkan. Menggunakan tools rak, pallet, hand pallet, dsbnya bisa meningkatkan produktivitas team gudang. Tentunya hal ini juga akhirnya bisa mengakibatkan cost tenaga kerja digudang Anda berkurang. Coba untuk bisa dipertimbangkan terkait menggunakan tools ini.

Kartu stock masih belum tertulis dan terpasang dengan rapi dimasing-masing rak inventory, serta selalu diupdate setiap ada transaksi. Sebaiknya mulai diplanningkan untuk memasang kartu stock disetiap rak. Hal ini akan memudahkan untuk melakukan pengecekan dan stock opname secara harian. Menurut pengalaman kami dengan penerapan hal tersebut, sering kali mencegah terjadinya kehilangan baranga tau terselipnya barang dirak-rak yang lain.

Masih belum memiliki perhitungan buffer stock minimal dan maksimal untuk setiap barang, bahkan sudah mengetahui reorder poin atas setiap barang. Buffer stock max merupakan salah satu tools untuk mengontrol transaksi pembelian yang berlebihan. Buffer stock minimal merupakan salah satu tools untuk mencegah perusahaan sampai kekurangan stock dan kehilangan potensi penjualan. Jadi ada baiknya mulai direncanakan untuk bisa menghitung buffer stock didalam perusahaan secara terperinci.

Asset Management

BAHAYA!

Semua asset tetap masih belum terdata di dalam buku asset. Ada baiknya asset yang ada mulai didata dengan rapi. Hal ini penting dilakukan, karena beberapa kecurangan terhadap asset yang terjadi diperusahaan, karena tidak adanya data yang jelas terkait dengan asset yang dimiliki oleh perusahaan

Semua asset tetap masih belum dikategorikan dengan baik dan sudah diberikan nomor asset yang tepat. Kategori dan nomor asset berfungsi untuk membedakan asset satu dengan yang lain. Terutama untuk asset yang bentuknya mirip, nomor asset sangat penting untuk dimiliki. Tentunya dengan nomor ini Anda juga akan lebih mudah mengetahui asset Anda sedang dilokasi apa.

Semua asset tetap masih belum sama sekali dilakukan maintenance / pemeliharaan rutin secara berkala. Melakukan maintenance rutin akan memperpanjang umur asset. Tentunya dengan umur asset yang lebih panjang, akan menurunkan cost untuk membeli asset baru. Jadi ada baiknya mulai direncanakan untuk melakukan maintenance asset secara rutin.

Semua asset tetap sulit diketahui lokasinya dan apabila ada pemindahan asset tetap, tidak dicatat dan dipantau. Segera lakukan untuk pencatatan ini. Semakin banyak asset Anda akan semakin kesulitan Anda untuk melakukan pengontrolan. Serta tentunya apabila pemindahan seperti ini tidak dicatat dan dipantau, resiko untuk kehilangan asset bisa menjadi besar.

Sistem Pencatatan Laporan Keuangan

BAHAYA!

COA masih belum dipetakan dengan standarisasi nomor yang tepat dan konsisten sesuai dengan IFRS/PSAK. Chart Of Account (COA) digunakan nantinya untuk melakukan analisa keuangan. Apabila COA tidak dipetakan dengan maksimal akan mengakibatkan laporan keuangan Anda bisa kabur dan tidak bisa mencerminkan biaya yang sebenarnya perlu Anda cek.

Belum ada pengklasifikasian data customer yang dilakukan dengan detail. Customer yang diklasifikasikan dengan baik akan membuat usah Anda lebih mudah ketika mau melakukan promo kepada customer tertentu. Apalagi ditambah dengan database customer yang sudah terlist dengan detail. Tentunya hal ini bisa digunakan dalam upaya untuk meningkatkan volume penjualan ataupun keperluan untuk melakukan audit terhadap kondisi piutang usaha real perusahaan.

Belum ada pengklasifikasian data supplier yang dilakukan dengan detail. Supplier yang diklasifikasian dengan baik akan memudahkan departemen purchasing untuk melakukan pembelian yang terencana. Hal ini juga bisa digunakan untuk melakukan sampling terhadap harga pembelian yang sebenar-benarnya dan proses audit terhadap posisi hutang real kepada supplier.

Laporan keuangan belum diterbitkan. Laporan keuangan yang baik bisa terbit secara real time atau maksimal +15 hari. Karena bila laporan keuangan tersebut terbit semakin jauh dari pada bulanan keuangannya, maka Anda tidak bisa melakukan analisa kondisi keuangan Anda dengan tepat dan bisa jadi Anda mengambil keputusan yang salah.

Analisa Laporan Keuangan

BAHAYA!

Asset lancar tidak cukup membiayai hutang, rasio dibawah 0,75. Indikator ini mengingatkan Anda bahwa perusahaan Anda bisa jadi mengalami kesulitan dana, dikarenakan hutang jangka pendek lebih besar dari pada asset lancar Anda. Jikalau terjadi sesuatu yang kurang baik, maka bisa jadi Anda tidak bisa membayar hutang kepada pihak lain dan itu adalah posisi yang buruk terhadap perusahaan Anda.

Umur piutang usaha diatas 45 hari Umur piutang yang semakin cepat semakin baik. Bila memungkinkan coba tekan perputaran piutang usaha bisa dibawah 30 hari. Hal ini tentunya juga akan meminimalkan terjadinya resiko atas piutang yang tidak terbayar.

Umur persediaan diatas 45 hari. Umur persediaan yang semakin cepat akan semakin baik. Tentunya hal itu juga akan menciptakan kebutuhan akan tempat penyimpanan dan kemungkinan terjadinya deadstock akan lebih kecil. Jadi segera hitung buffer stock usaha Anda dan persingkat umur persediaan Anda didalam perusahaan.

Umur hutang usaha dibawah 30 hari. Seharusnya umur hutang usaha Anda tidak ada masalah. Namun apabila Anda bisa memperpanjang umur hutang usaha Anda, tentunya Anda akan mendapatkan tambahan modal dari supplier. Tentunya tambahan modal tersebut juga tanpa bunga. Jadi teknik memperpanjang umur hutang usaha adalah salah satu teknik yang bisa Anda pakai. Tentunya juga sesuai dengan persetujuan dari pihak supplier Anda dan tanpa ada maksud untuk tidak melakukan pembayaran hutang.

Untuk mendapatkan cash kembali keperusahaan, membutuhkan waktu diatas 45 hari. Untuk mendapatkan cash kembali keperusahaan berdasarkan analisa ini adalah diatas 2 bulan, maka minimal Anda membutuhkan modal untuk melakukan untuk usaha adalah 45 hari. Semakin kecil operating cash cycle akan membuat Anda menghemat dana yang Anda perlukan untuk melakukan operasional perusahaan Anda.

Selamat atas Business Review yang telah Anda lakukan!

Kini Anda sudah mengetahui hasil review bisnis Anda. Jika sudah baik, maka tugas Anda selanjutnya adalah mempertahankannya atau bahkan meningkatkan lebih baik lagi. Jika belum baik, maka tugas Anda selanjutnya adalah membuat apa saja yang masih belum ada atau memperbaiki apa saja yang masih belum optimal.

Untuk mendapatkan panduan atau informasi lebih lanjut untuk penanganan selanjutnya, hubungi tim kami dengan klik tombol berikut ini!

Score Bisnis Anda

DOWNLOAD APLIKASI GRATIS!

Cek Kondisi Bisnis Gratis dan Akses Course

Lebih fleksibel dimana pun tanpa ribet buka laptop