Rangkuman Laporan BCU Tools
Belum ada visi misi dan culture yang jelas dan tertempel di dalam perusahaaan. Mulai pertimbangkan untuk membuat visi, misi dan culture yang jelas. Karena hal tersebut merupakan dasar bagi team Anda untuk bisa percaya dengan perusahaan dan mau berjuang bersama-sama.
Visi misi dan culture sudah ada tapi belum ditempel, atau belum tertulis jelas. Mulai tempel visi, misi dan culture Anda ditempat yang bisa dilihat dengan mudah oleh team Anda. Sehingga bisa mengingatkan mereka dan menjadi inspirasi bagi mereka untuk tetap berjuang bersama Anda.
Sudah ada visi misi dan culture yang jelas dan tertempel didalam perusahaaan. Sudah bagus. Bila perlu dikaji ulang, apakah visi, misi yang dibuat sudah dibuat juga memperhatikan sudut pandang dari team Anda. Karena penting kalau seandainya dalam membuat visi, misi dan culture ini ada sudut pandang yang juga memperhatikan kebutuhan team Anda. Tentunya mereka akan lebih maksimal dalam berjuang dengan Anda.
Struktur organisasi masih belum dibuat, ditempel di dalam perusahaan dan tertulis jelas nama PIC yang bersangkutan. Struktur organisasi adalah dasar untuk membuat aturan yang jelas didalam usaha. Sebaiknya segera dibuat dan ditempel ditempat tertentu yang mudah terlihat dan akhirnya team Anda jelas untuk berkordinasi dengan siapa terkait tugas dan tanggung jawabnya.
Struktur organisasi sudah dibuat, tapi belum ditempel didalam perusahaan dan tertulis jelas nama PIC yang bersangkutan. Sebaiknya ditempel dan dituliskan nama PICnya. Karena akan memudahkan team Anda untuk melakuan kordinasi dan mengkomunikasikan segala pekerjaan yang mereka lakukan. Biasanya hal ini juga bisa meningkatkan produktivitas team.
Struktur organisasi sudah dibuat, ditempel didalam perusahaan dan tertulis jelas nama PIC yang bersangkutan. Sudah bagus. Tinggal dicek terkait penempatan PIC di dalamnya apa sudah tepat atau tidak.
Struktur organisasi level pertama, masih belum berada di jumlah aman yaitu 4-7 departemen. Jika membuat range departmen sebaiknya adalah 4 pilar (Marketing, Operasional, Finance dan HRD). Kalau dibawah itu sering kali akan membuat salah satu departmen memiliki pekerjaan yang terlalu banyak dan fungsi kontrol tidak bisa dilakukan dengan maksimal. Namun apabila lebih dari 7 departemen juga kurang baik, karena pekerjaan dari direktur akan lebih berat dan tidak maksimal. Karena menurut penelitian seorang kepada departemen, akan kurang maksimal jika menangani lebih dari 7 divisi.
Struktur organisasi level pertama sudah bagus dirange 4-7 departmen, tapi pengelompokan departemennya belum pas. Bisa dievaluasi kembali terkait pengelompokan departemen. Pastikan setiap departemen sudah memiliki fungsi kontrol yang baik dengan departmen yang lainnya. Karena hal ini juga berpengaruh terhadap strategi pencegahan fraud didalam perusahaan.
Struktur organisasi level pertama, terdiri dari minimal 4 departmen (Marketing, Operasional, Finance dan HRD). Maksimal adalah 7 departemen! Sudah bagus. Tinggal dilakukan evaluasi terhadap kinerja dan produktivitas dari masing-masing departemen.
Departemen yang bertanggung jawab belum terpisah dan masih dikerjakan orang yang sama pada departemen Marketing, Purchasing, Logistik, Produksi, Finance/Accounting, HRD. Ada baiknya orang yang bertanggung jawab terhadap marketing, purchasing, logistik, produksi, Finance/Accounting dan HRD adalah orang yang berbeda-beda. Jangan ditempatkan orang yang sama untuk mengerjakan beberapa departement dari yang tertulis diatas. Karena akan membuat fungsi kontrol kurang maksimal dan memudahkan terjadi fraud didalam perusahaan.
Ada departemen yang masih merangkap, meskipun tidak langsung berkaitan. Misal Departemen Marketing, Purchasing, Logistik, Produksi, Finance/Accounting, HRD. Sementara tidak apa, kalau memang kebutuhan team masih belum banyak dan fungsi kontrol masih bisa dilakukan. Namun apabila memungkinkan kedepannya sebaiknya dipisah.
Departemen yang bertanggung jawab sudah terpisah dan tidak dikerjakan orang yang sama diantara departemen Marketing, Purchasing, Logistik, Produksi, Finance/Accounting, HRD. Sudah bagus. Tinggal dilanjutkan untuk kontroling tugas dan fungsi dari masing-masing department. Apa sudah dilaksanakan dengan maksimal atau tidak.
Setiap user di dalam struktur organisasi belum dibuatkan job description secara jelas, detail dan tertulis. User masih belum mengetahui apa saja yang akan dia kerjakan tiap hari, tiap minggu dan tiap bulan. serta bertanggung jawab kepada siapa. Job desc sangat penting dibuat untuk membuat karyawan jelas mengenai tugas dan kewajiban yang harus dilakukan. Dengan ini biasanya karyawan akan menjadi lebih produktif dan membuat perusahaan lebih mudah dalam melakukan kontrol terhadap kinerja karyawan.
Setiap user di dalam struktur organisasi sudah dibuatkan job description, tapi belum secara jelas, detail dan tertulis. User belum mengetahui apa saja yang akan dia kerjakan tiap hari, tiap minggu dan tiap bulan. serta bertanggung jawab kepada siapa. Ada baiknya dilakukan review ulang terhadap job desc yang sudah dibuat. Bila memungkinkan tambahkan lagi unsur-unsur job desc yang lebih detail. Mulai dari apa yang dilakukan harian, mingguan, bulanan maupun tahunan. Sehingga akan lebih memperjelas pekerjaan dari masing-masing team.
Setiap user didalam struktur organisasi sudah dibuatkan job description secara jelas, detail dan tertulis. User mengetahui apa saja yang akan dia kerjakan tiap hari, tiap minggu dan tiap bulan. serta bertanggung jawab kepada siapa. Sudah bagus. Jika perlu tinggal dibuatkan buku saku untuk masing-masing karyawan. Tujuannya supaya mereka bisa lebih jelas dan ingat akan job des mereka.
Setiap team belum melakukan kontrol pekerjaan yang sudah atau belum selesai, serta belum bisa memberikan atau mendapatkan update tentang pekerjaan yang masih terpending dan harus diselesaikan dikeesokan harinya. Proses didalam perusahaan yang sering kali sulit dilakukan adalah PDCA (Plan, Do, Check and Action). Hal ini juga yang sering membuat perusahaan cepat untuk berkembang. Ada baiknya fungsi kontrol ini bisa mulai dilakukan didalam perusahaan.
Setiap team belum maksimal dalam mengontrol pekerjaan yang sudah atau belum selesai, serta belum maksimal dalam memberikan atau mendapatkan update tentang pekerjaan yang masih terpending dan harus diselesaikan dikeesokan harinya. Perlu ditingkatkan terkait dengan kontrol ini. Karena untuk membuat perusahaan cepat berkembang PDCA (Plan, Do, Check and Action) harus sering dilakukan. Terutama untuk melakukan imporvement dari dari hal yang kecil, namun apabila dilakukan dengan konsisten akan menimbulkan dampak yang besar.
Setiap team selalu mengontrol pekerjaan yang sudah atau belum selesai, serta bisa memberikan atau mendapatkan update tentang pekerjaan yang masih terpending dan harus diselesaikan dikeesokan harinya. Sudah bagus. Keep improving!
Perusahaan belum sama sekali menggunakan tools task management yang baik, untuk mengontrol dan melaporkan pekerjaan di setiap departemen (misal program excel/asana/trelo ataupun program lain). Perusahaan yang ingin auto pilot adalah perusahaan yang setiap pekerjaan karyawannya dapat dikontrol dengan jelas. Cara kontrol yang paling mudah adalah menggunakan tools atau software pendukung. Salah satunya adalah microsoft excel yang juga dishare di gdrive, jadi semua orang dapat melihat dan mengupdatenya. Lalu menggunakan tools asana.com atau trello.com juga bisa memaksimalkan fungsi kontrol dari tiap team dan departemen.
Perusahaan sudah menggunakan tools task management yang baik untuk mengontrol dan melaporkan pekerjaan di setiap departemen, tapi masih belum maksimal. Coba dibudayakan agar team bisa lebih memaksimalkan penggunaan tools. Memang diawal tidak biasa, namun kalau nanti sudah terbiasa akan membuat perusahan Anda bisa lebih produktif dalam bekerja.
Perusahaan sudah menggunakan tools task management yang baik secara maksimal untuk mengontrol dan malaporkan pekerjaan di setiap departemen. Sudah bagus. Tinggal dikontrol saja terkait dengan penggunaan tools tersebut oleh karyawan dan bagaimana cara menciptakan ide-ide baru dari habit yang sudah terbentuk tersebut.
SOP Pembelian banyak yang tidak ada, lebih dari 50% SOP belum dibuat dengan baik. Sebaiknya segera dilengkapi SOP-SOP yang dilist dikolom check point. Karena SOP tersebut penting sekali sebagai proses kontroling didalam proses pembelian. SOP-SOP tersebut juga berfungsi untuk mengurangi terjadinya fraud diproses pembelian. Terlebih lagi untuk SOP pengisian data supplier ini sangat penting juga. Karena ada klien kami yang mendapatkan kecurangan dalam bentuk transfer dana ke rekening palsu, dikarenakan supplier tidak mengisi data dengan benar.
SOP Pembelian sudah cukup lengkap, namun masih ada 1-2 SOP yang belum sempat dibuat. Sebaiknya segera dilengkapi SOP-SOP yang dilist dikolom check point. Karena SOP tersebut penting sekali sebagai proses kontroling didalam proses pembelian. SOP-SOP tersebut juga berfungsi untuk mengurangi terjadinya fraud diproses pembelian. Terlebih lagi untuk SOP pengisian data supplier ini sangat penting juga. Karena ada klien kami yang mendapatkan kecurangan dalam bentuk transfer dana ke rekening palsu, dikarenakan supplier tidak mengisi data dengan benar.
SOP Pembelian sudah lengkap dan sudah diterapkan dengan baik di lapangan. Sudah bagus. Tinggal dilakukan review saja secara berkala. Karena tentunya apabila bisnis mengalami pertumbuhan, maka SOP juga harus dirubah sesuai dengan kondisi bisnis yang sekarang.
SOP Produksi banyak yang tidak ada, lebih dari 50% SOP belum dibuat dengan baik. Sebaiknya segera dilengkapi SOP-SOP yang dilist dikolom check point. Karena SOP tersebut penting sekali sebagai proses kontroling didalam proses produksi. SOP-SOP tersebut juga berfungsi untuk mengurangi terjadinya fraud diproses produksi.
SOP Produksi sudah cukup lengkap, namun masih ada 1-2 SOP yang belum sempat dibuat. Sebaiknya segera dilengkapi SOP-SOP yang dilist dikolom check point. Karena SOP tersebut penting sekali sebagai proses kontroling didalam proses produksi. SOP-SOP tersebut juga berfungsi untuk mengurangi terjadinya fraud diproses produksi.
SOP Produksi sudah lengkap dan sudah diterapkan dengan baik di lapangan. Sudah bagus. Tinggal dilakukan review saja secara berkala. Karena tentunya apabila bisnis mengalami pertumbuhan, maka SOP juga harus dirubah sesuai dengan kondisi bisnis yang sekarang.
SOP Penjualan banyak yang tidak ada, lebih dari 50% SOP belum dibuat dengan baik. Sebaiknya segera dilengkapi SOP-SOP yang dilist dikolom check point. Karena SOP tersebut penting sekali sebagai proses kontroling didalam proses penjualan. SOP-SOP tersebut juga berfungsi untuk mengurangi terjadinya fraud diproses penjualan.
Terlebih lagi untuk SOP pengecekan kepastian data pelanggan ini sangat penting juga. Karena banyak juga kecurangan yang terjadi dalam transaksi penjualan kredit. Kadang ada customer yang kelihatannya baik dan melakukan pembelian dalam nominal yang cukup besar, namun ternyata customernya bisa jadi fiktif dan mengakibatkan kerugian yang cukup besar diperusahaan.
SOP Penjualan sudah cukup lengkap, namun masih ada 1-2 SOP yang belum sempat dibuat. Sebaiknya segera dilengkapi SOP-SOP yang dilist dikolom check point. Karena SOP tersebut penting sekali sebagai proses kontroling didalam proses penjualan. SOP-SOP tersebut juga berfungsi untuk mengurangi terjadinya fraud diproses penjualan. Terlebih lagi untuk SOP pengecekan kepastian data pelanggan ini sangat penting juga. Karena banyak juga kecurangan yang terjadi dalam transaksi penjualan kredit. Kadang ada customer yang kelihatannya baik dan melakukan pembelian dalam nominal yang cukup besar, namun ternyata customernya bisa jadi fiktif dan mengakibatkan kerugian yang cukup besar diperusahaan.
SOP Penjualan sudah lengkap dan sudah diterapkan dengan baik di lapangan. Sudah bagus. Tinggal dilakukan review saja secara berkala. Karena tentunya apabila bisnis mengalami pertumbuhan, maka SOP juga harus dirubah sesuai dengan kondisi bisnis yang sekarang.
SOP Financial Management banyak yang tidak ada, lebih dari 50% SOP belum dibuat dengan baik. Sebaiknya segera dilengkapi SOP SOP yang dilist dikolom check point. Karena SOP tersebut penting sekali sebagai proses kontroling didalam proses keuangan. SOP-SOP tersebut juga berfungsi untuk mengurangi terjadinya fraud diproses keuangan. SOP ini sangat urgent untuk diperhatikan, karena merupakan pintu dari pada keluar dan masuknya uang.
SOP Financial Management sudah cukup lengkap, namun masih ada 1-2 SOP yang belum sempat dibuat. Sebaiknya segera dilengkapi SOP-SOP yang dilist dikolom check point. Karena SOP tersebut penting sekali sebagai proses kontroling didalam proses keuangan. SOP-SOP tersebut juga berfungsi untuk mengurangi terjadinya fraud diproses keuangan. SOP ini sangat urgent untuk diperhatikan, karena merupakan pintu dari pada keluar dan masuknya uang.
SOP Financial Management sudah lengkap dan sudah diterapkan dengan baik di lapangan. Sudah bagus. Tinggal dilakukan review saja secara berkala. Karena tentunya apabila bisnis mengalami pertumbuhan, maka SOP juga harus dirubah sesuai dengan kondisi bisnis yang sekarang.
SOP Inventory Management banyak yang tidak ada, lebih dari 50% SOP belum dibuat dengan baik. Sebaiknya segera dilengkapi SOP-SOP yang dilist dikolom check point. Karena SOP tersebut penting sekali sebagai proses kontroling didalam proses inventory. SOP-SOP tersebut juga berfungsi untuk mengurangi terjadinya fraud diproses inventory. Apabila mungkin perusahaan Anda juga belum pernah melakukan stock opname, hal ini ada baiknya mulai diperhatikan. Karena stock opname juga merupakan salah satu bentuk kontrol terhadap transaksi-transaksi yang terjadi diinventory perusahaan.
SOP Inventory Management sudah cukup lengkap, namun masih ada 1-2 SOP yang belum sempat dibuat. Sebaiknya segera dilengkapi SOP-SOP yang dilist dikolom check point. Karena SOP tersebut penting sekali sebagai proses kontroling didalam proses inventory. SOP-SOP tersebut juga berfungsi untuk mengurangi terjadinya fraud diproses inventory. Apabila mungkin perusahaan Anda juga belum pernah melakukan stock opname, hal ini ada baiknya mulai diperhatikan. Karena stock opname juga merupakan salah satu bentuk kontrol terhadap transaksi-transaksi yang terjadi diinventory perusahaan.
SOP Inventory Management sudah lengkap dan sudah diterapkan dengan baik di lapangan. Sudah bagus. Tinggal dilakukan review saja secara berkala. Karena tentunya apabila bisnis mengalami pertumbuhan, maka SOP juga harus dirubah sesuai dengan kondisi bisnis yang sekarang.
SOP Human Development banyak yang tidak ada, lebih dari 50% SOP belum dibuat dengan baik. Sebaiknya segera dilengkapi SOP-SOP yang dilist dikolom check point. Karena SOP tersebut penting sekali sebagai proses kontroling didalam proses human development. SOP-SOP tersebut juga berfungsi untuk mengurangi terjadinya fraud diproses human development.
SOP Human Development sudah cukup lengkap, namun masih ada 1-2 SOP yang belum sempat dibuat. Sebaiknya segera dilengkapi SOP-SOP yang dilist dikolom check point. Karena SOP tersebut penting sekali sebagai proses kontroling didalam proses human development. SOP-SOP tersebut juga berfungsi untuk mengurangi terjadinya fraud diproses human development.
SOP Human Development sudah lengkap dan sudah diterapkan dengan baik di lapangan. Sudah bagus. Tinggal dilakukan review saja secara berkala. Karena tentunya apabila bisnis mengalami pertumbuhan, maka SOP juga harus dirubah sesuai dengan kondisi bisnis yang sekarang.
Dokumen belum ditata dengan rapi. Pengarsipan dokumen merupakan salah satu hal yang diperlukan agar perusahaan bisa segera auto pilot. Karena dengan dokumen yang tertata rapi, maka proses audit dan pengontrolan bisa dilakukan dengan lebih mudah. Terutama ketika mau mencari dokumen-dokumen penting, akan dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Dokumen sudah terpilah dan namun belum ditata dengan maksimal. Coba dimaksimalkan untuk menata dokumen-dokumen yang ada. Ketika dokumen sudah tertata dengan baik, juga akan mengakibatkan team admin perusahaan dapat lebih produktif.
Dokumen sudah terpilah dan tertata dengan rapi. Sudah bagus. Kalau sudah rapi, coba secara periodik team internal / eksternal audit bisa melakukan cek dokumen untuk memastikan kebenaran dokumen yang ada.
Approval pada proses pembelian banyak yang tidak ada, diatas 50% approval belum dilakukan / dilakukan oleh orang yang tidak tepat. Approval (tandatangan persetujuan) merupakan salah satu fungsi kontrol yang seharusnya tidak boleh diremehkan. Mulai tingkatkan kebiasaan untuk menandatangani dokumen secara rutin. Lalu coba direview apakah standard approval terlalu longgar atau malah terlalu memberatkan tiap-tiap divisi untuk melakukan proses approval.
Approval pada proses pembelian sudah cukup lengkap, namun masih ada 1-2 approval yang belum sempat dilakukan. Sudah cukup bagus. Tinggal tingkatkan lagi kepatuhan untuk melakukan approval transaksi yang lebih lengkap. Supaya tentunya fungsi kontrol dapat dilakukan dengan lebih baik.
Approval pada proses pembelian sudah lengkap dan sudah diterapkan dengan baik dilapangan. Sudah bagus. Pertahankan terus kebiasaan untuk melakukan approval transaksi dengan rutin. Bila perlu lakukan review secara berkala, apakah proses approval sudah cukup efektif atau belum.
Approval pada proses produksi banyak yang tidak ada, diatas 50% approval belum dilakukan / dilakukan oleh orang yang tidak tepat. Approval (tandatangan persetujuan) merupakan salah satu fungsi kontrol yang seharusnya tidak boleh diremehkan. Mulai tingkatkan kebiasaan untuk menandatangani dokumen secara rutin. Lalu coba direview apakah standard approval terlalu longgar atau malah terlalu memberatkan tiap-tiap divisi untuk melakukan proses approval.
Approval pada proses produksi sudah cukup lengkap, namun masih ada 1-2 approval yang belum sempat dilakukan. Sudah cukup bagus. Tinggal tingkatkan lagi kepatuhan untuk melakukan approval transaksi yang lebih lengkap. Supaya tentunya fungsi kontrol dapat dilakukan dengan lebih baik.
Approval pada proses produksi sudah lengkap dan sudah diterapkan dengan baik dilapangan. Sudah bagus. Pertahankan terus kebiasaan untuk melakukan approval transaksi dengan rutin. Bila perlu lakukan review secara berkala, apakah proses approval sudah cukup efektif atau belum.
Approval pada proses penjualan banyak yang tidak ada, diatas 50% approval belum dilakukan / dilakukan oleh orang yang tidak tepat. Approval (tandatangan persetujuan) merupakan salah satu fungsi kontrol yang seharusnya tidak boleh diremehkan. Mulai tingkatkan kebiasaan untuk menandatangani dokumen secara rutin. Lalu coba direview apakah standard approval terlalu longgar atau malah terlalu memberatkan tiap-tiap divisi untuk melakukan proses approval.
Approval pada proses penjualan sudah cukup lengkap, namun masih ada 1-2 approval yang belum sempat dilakukan. Sudah cukup bagus. Tinggal tingkatkan lagi kepatuhan untuk melakukan approval transaksi yang lebih lengkap. Supaya tentunya fungsi kontrol dapat dilakukan dengan lebih baik.
Approval pada proses penjualan sudah lengkap dan sudah diterapkan dengan baik di lapangan. Sudah bagus. Pertahankan terus kebiasaan untuk melakukan approval transaksi dengan rutin. Bila perlu lakukan review secara berkala, apakah proses approval sudah cukup efektif atau belum.
Approval pada proses financial management banyak yang tidak ada, diatas 50% approval belum dilakukan / dilakukan oleh orang yang tidak tepat. Approval (tandatangan persetujuan) merupakan salah satu fungsi kontrol yang seharusnya tidak boleh diremehkan. Mulai tingkatkan kebiasaan untuk menandatangani dokumen secara rutin. Lalu coba direview apakah standard approval terlalu longgar atau malah terlalu memberatkan tiap-tiap divisi untuk melakukan proses approval.
Approval pada proses financial management sudah cukup lengkap, namun masih ada 1-2 approval yang belum sempat dilakukan. Sudah cukup bagus. Tinggal tingkatkan lagi kepatuhan untuk melakukan approval transaksi yang lebih lengkap. Supaya tentunya fungsi kontrol dapat dilakukan dengan lebih baik.
Approval pada proses financial management sudah lengkap dan sudah diterapkan dengan baik dilapangan.Â
Approval pada proses inventory management banyak yang tidak ada, diatas 50% approval belum dilakukan / dilakukan oleh orang yang tidak tepat. Approval (tandatangan persetujuan) merupakan salah satu fungsi kontrol yang seharusnya tidak boleh diremehkan. Mulai tingkatkan kebiasaan untuk menandatangani dokumen secara rutin. Lalu coba direview apakah standard approval terlalu longgar atau malah terlalu memberatkan tiap-tiap divisi untuk melakukan proses approval.
Approval pada proses inventory management sudah cukup lengkap, namun masih ada 1-2 approval yang belum sempat dilakukan. Sudah cukup bagus. Tinggal tingkatkan lagi kepatuhan untuk melakukan approval transaksi yang lebih lengkap. Supaya tentunya fungsi kontrol dapat dilakukan dengan lebih baik.
Approval pada proses inventory management sudah lengkap dan sudah diterapkan dengan baik dilapangan. Sudah bagus. Pertahankan terus kebiasaan untuk melakukan approval transaksi dengan rutin. Bila perlu lakukan review secara berkala, apakah proses approval sudah cukup efektif atau belum.
Inventory masih belum sama sekali diberikan kode dan nama yang standard, dengan pengkategorian inventory yang jelas. Ada baiknya sudah mulai dijadwalkan untuk memberikan kode, nama dan kategori yang jelas untuk setiap inventory yang ada diperusahaan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya agar kontrol inventory kedepan dapat dilakukan dengan maksimal dan benar.
Inventory sudah diberikan kode dan nama yang standard, dengan pengkategorian inventory, namun belum maksimal dan jelas. Coba dimaksimalkan untuk memberikan kode, nama dan kategori inventory didalam perusahaan. Tentunya ketika perusahaan Anda sudah melakukan dengan maksimal, proses untuk kontroling inventory akan dapat dilakukan dengan mudah.
Inventory sudah diberikan kode dan nama yang standard, dengan pengkategorian inventory yang jelas. Sudah bagus.
Layout gudang masih belum ditata untuk memenuhi kebutuhan moving inventory dan memperhatikan pula kategori fast/slow moving, volume dan berat dari inventory yang bersangkutan. Layouting gudang diperlukan sebagai dasar untuk melakukan penataan inventory yang efektif. Ketika layout sudah dibuat dengan baik, maka produktivitas dari flow inventory akan bisa lebih maksimal dan tenaga kerja di gudang akan bisa lebih produktif.
Layout gudang sudah ditata untuk memenuhi kebutuhan moving inventory dan memperhatikan pula kategori fast/slow moving, volume dan berat dari inventory yang bersangkutan, namun masih belum maksimal. Supaya bisa segera dimaksimalkan dalam layouting gudang. Hal ini nantinya akan bisa meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan mengurangi cost didalam gudang.
Layout gudang sudah ditata untuk memenuhi kebutuhan moving inventory dan memperhatikan pula kategori fast/slow moving, volume dan berat dari inventory yang bersangkutan. Sudah bagus.
Gudang masih belum menggunakan tools yang mencukupi untuk proses penataan dan moving inventory. Misalnya rak, pallet, hand pallet, forklift ataupun alat lain yang dibutuhkan. Menggunakan tools rak, pallet, hand pallet, dsbnya bisa meningkatkan produktivitas team gudang. Tentunya hal ini juga akhirnya bisa mengakibatkan cost tenaga kerja digudang Anda berkurang. Coba untuk bisa dipertimbangkan terkait menggunakan tools ini.
Gudang sudah menggunakan tools yang mencukupi untuk proses penataan dan moving inventory. Misalnya rak, pallet, hand pallet, forklift ataupun alat lain yang dibutuhkan, namun masih belum digunakan dengan maksimal. Menggunakan tools rak, pallet, hand pallet, dsbnya bisa meningkatkan produktivitas team gudang. Tentunya hal ini juga akhirnya bisa mengakibatkan cost tenaga kerja digudang Anda berkurang. Coba untuk bisa dipertimbangkan terkait menggunakan tools ini.
Gudang sudah menggunakan tools yang mencukupi untuk proses penataan dan moving inventory. Misalnya rak, pallet, hand pallet, forklift ataupun alat lain yang dibutuhkan. Sudah bagus. Tinggal review lagi terkait dengan buffer stock yang ada didalam gudang. Apa mungkin bisa lebih dioptimalkan dalam perhitungan saldo stock minimal atau maksimalnya.
Kartu stock masih belum tertulis dan terpasang dengan rapi dimasing-masing rak inventory, serta selalu diupdate setiap ada transaksi. Sebaiknya mulai diplanningkan untuk memasang kartu stock disetiap rak. Hal ini akan memudahkan untuk melakukan pengecekan dan stock opname secara harian. Menurut pengalaman kami dengan penerapan hal tersebut, sering kali mencegah terjadinya kehilangan baranga tau terselipnya barang dirak-rak yang lain.
Kartu stock sudah tertulis dan terpasang dengan rapi dimasing-masing rak inventory, serta selalu diupdate setiap ada transaksi, namun masih belum maksimal. Sebaiknya mulai diplanningkan untuk memasang kartu stock disetiap rak. Hal ini akan memudahkan untuk melakukan pengecekan dan stock opname secara harian. Menurut pengalaman kami dengan penerapan hal tersebut, sering kali mencegah terjadinya kehilangan baranga tau terselipnya barang dirak-rak yang lain.
Kartu stock sudah tertulis dan terpasang dengan rapi dimasing-masing rak inventory, serta selalu diupdate setiap ada transaksi. Sudah bagus.
Masih belum memiliki perhitungan buffer stock minimal dan maksimal untuk setiap barang, bahkan sudah mengetahui reorder poin atas setiap barang. Buffer stock max merupakan salah satu tools untuk mengontrol transaksi pembelian yang berlebihan. Buffer stock minimal merupakan salah satu tools untuk mencegah perusahaan sampai kekurangan stock dan kehilangan potensi penjualan. Jadi ada baiknya mulai direncanakan untuk bisa menghitung buffer stock didalam perusahaan secara terperinci.
Sudah memiliki perhitungan buffer stock minimal dan maksimal untuk setiap barang, bahkan sudah mengetahui reorder poin atas setiap barang, namun masih belum maksimal. Sudah bagus. Tinggal sesuaikan perhitungan buffer stock ini dengan mengatur supply chain yang baik didalam perusahaan.
Sudah memiliki perhitungan buffer stock minimal dan maksimal untuk setiap barang, bahkan sudah mengetahui reorder poin atas setiap barang. Sudah bagus. Tinggal sesuaikan perhitungan buffer stock ini dengan mengatur supply chain yang baik didalam perusahaan.
Semua asset tetap masih belum terdata di dalam buku asset. Ada baiknya asset yang ada mulai didata dengan rapi. Hal ini penting dilakukan, karena beberapa kecurangan terhadap asset yang terjadi diperusahaan, karena tidak adanya data yang jelas terkait dengan asset yang dimiliki oleh perusahaan
Semua asset tetap sudah terdata didalam buku asset namun masih belum maksimal. Sebaiknya segera dimaksimalkan. Semua asset sudah terdata dengan baik didalam buku asset. Hal ini juga akhirnya lebih meningkatkan fungsi kontrol terhadap setiap asset yang dimiliki oleh perusahaan.
Semua asset tetap sudah terdata didalam buku asset. Sudah bagus. Tinggal lakukan update secara berkala terhadap posisi aset sekarang dan periode untuk dilakukan maintenance aset.
Semua asset tetap masih belum dikategorikan dengan baik dan sudah diberikan nomor asset yang tepat. Kategori dan nomor asset berfungsi untuk membedakan asset satu dengan yang lain. Terutama untuk asset yang bentuknya mirip, nomor asset sangat penting untuk dimiliki. Tentunya dengan nomor ini Anda juga akan lebih mudah mengetahui asset Anda sedang dilokasi apa.
Semua asset tetap sudah dikategorikan dengan baik dan sudah diberikan nomor asset yang tepat namun masih belum maksimal. Sebaiknya segera dimaksimalkan. Supaya asset yang bentuknya mirip dapat dibedakan dengan nomor asset. Juga untuk asset yang ada dapat dikategorikan secara tepat dan mengoptimalkan untuk pengelolaan asset.
Semua asset tetap sudah dikategorikan dengan baik dan sudah diberikan nomor asset yang tepat. Sudah bagus.
Semua asset tetap masih belum sama sekali dilakukan maintenance / pemeliharaan rutin secara berkala. Melakukan maintenance rutin akan memperpanjang umur asset. Tentunya dengan umur asset yang lebih panjang, akan menurunkan cost untuk membeli asset baru. Jadi ada baiknya mulai direncanakan untuk melakukan maintenance asset secara rutin.
Semua asset tetap sudah dilakukan maintenance / pemeliharaan secara berkala, namun masih belum rutin. Sebaiknya segera dimaksimalkan. Karena asset yang terpelihara dengan baik, tentunya umur asset akan bertambah. Akhirnya mengurangi kebutuhan dana perusahaan untuk membeli aset baru kembali.
Semua asset tetap sudah dilakukan maintenance / pemeliharaan rutin secara berkala. Sudah bagus.
Semua asset tetap sulit diketahui lokasinya dan apabila ada pemindahan asset tetap, tidak dicatat dan dipantau. Segera lakukan untuk pencatatan ini. Semakin banyak asset Anda akan semakin kesulitan Anda untuk melakukan pengontrolan. Serta tentunya apabila pemindahan seperti ini tidak dicatat dan dipantau, resiko untuk kehilangan asset bisa menjadi besar.
Semua asset tetap bisa diketahui lokasinya, namun apabila ada pemindahan asset tetap, kadang dicatat dan dipantau kadang juga tidak. Segera dimaksimalkan. Catat setiap proses pemindahan asset ke lokasi baru. Hal ini penting untuk meminimalisasi terjadinya kecurangan dalam proses asset management.
Semua asset tetap diketahui lokasinya dan apabila ada pemindahan asset tetap, selalu dicatat dan dipantau. Sudah bagus.
COA masih belum dipetakan dengan standarisasi nomor yang tepat dan konsisten sesuai dengan IFRS/PSAK. Chart Of Account (COA) digunakan nantinya untuk melakukan analisa keuangan. Apabila COA tidak dipetakan dengan maksimal akan mengakibatkan laporan keuangan Anda bisa kabur dan tidak bisa mencerminkan biaya yang sebenarnya perlu Anda cek.
COA sudah dipetakan dengan standarisasi nomor yang tepat dan konsisten sesuai dengan IFRS/PSAK, namun masih belum maksimal. Chart Of Account (COA) digunakan nantinya untuk melakukan analisa keuangan. Apabila COA tidak dipetakan dengan maksimal akan mengakibatkan laporan keuangan Anda bisa kabur dan tidak bisa mencerminkan biaya yang sebenarnya perlu Anda cek.
COA sudah dipetakan dengan standarisasi nomor yang tepat dan konsisten sesuai dengan IFRS/PSAK. Sudah bagus.
Belum ada pengklasifikasian data customer yang dilakukan dengan detail. Customer yang diklasifikasikan dengan baik akan membuat usah Anda lebih mudah ketika mau melakukan promo kepada customer tertentu. Apalagi ditambah dengan database customer yang sudah terlist dengan detail. Tentunya hal ini bisa digunakan dalam upaya untuk meningkatkan volume penjualan ataupun keperluan untuk melakukan audit terhadap kondisi piutang usaha real perusahaan.
Ada pengklasifikasian data customer namun masih belum dilakukan dengan detail. Customer yang diklasifikasikan dengan baik akan membuat usah Anda lebih mudah ketika mau melakukan promo kepada customer tertentu. Apalagi ditambah dengan database customer yang sudah terlist dengan detail. Tentunya hal ini bisa digunakan dalam upaya untuk meningkatkan volume penjualan ataupun keperluan untuk melakukan audit terhadap kondisi piutang usaha real perusahaan.
Pengklasifikasian data customer sudah dilakukan dengan detail. Sudah bagus. Terus ditingkatkan untuk pencatatan dan pengklasifikasian yang yang jelas untuk setiap customer yang dimiliki.
Belum ada pengklasifikasian data supplier yang dilakukan dengan detail. Supplier yang diklasifikasian dengan baik akan memudahkan departemen purchasing untuk melakukan pembelian yang terencana. Hal ini juga bisa digunakan untuk melakukan sampling terhadap harga pembelian yang sebenar-benarnya dan proses audit terhadap posisi hutang real kepada supplier.
Ada pengklasifikasian data supplier namun masih belum dilakukan dengan detail. Supplier yang diklasifikasian dengan baik akan memudahkan departemen purchasing untuk melakukan pembelian yang terencana. Hal ini juga bisa digunakan untuk melakukan sampling terhadap harga pembelian yang sebenar-benarnya dan proses audit terhadap posisi hutang real kepada supplier.
Pengklasifikasian data supplier sudah dilakukan dengan detail. Sudah bagus. Terus ditingkatkan untuk pencatatan dan pengklasifikasian yang yang jelas untuk setiap supplier yang dimiliki.
Laporan keuangan belum diterbitkan. Laporan keuangan yang baik bisa terbit secara real time atau maksimal +15 hari. Karena bila laporan keuangan tersebut terbit semakin jauh dari pada bulanan keuangannya, maka Anda tidak bisa melakukan analisa kondisi keuangan Anda dengan tepat dan bisa jadi Anda mengambil keputusan yang salah.
Laporan keuangan sudah diterbitkan tetapi belum secara rutin. Laporan keuangan yang baik bisa terbit secara real time atau maksimal +15 hari. Karena bila laporan keuangan tersebut terbit semakin jauh dari pada bulanan keuangannya, maka Anda tidak bisa melakukan analisa kondisi keuangan Anda dengan tepat dan bisa jadi Anda mengambil keputusan yang salah.
Laporan keuangan sudah diterbitkan secara rutin. Sudah bagus.
Asset lancar tidak cukup membiayai hutang, rasio dibawah 0,75. Indikator ini mengingatkan Anda bahwa perusahaan Anda bisa jadi mengalami kesulitan dana, dikarenakan hutang jangka pendek lebih besar dari pada asset lancar Anda. Jikalau terjadi sesuatu yang kurang baik, maka bisa jadi Anda tidak bisa membayar hutang kepada pihak lain dan itu adalah posisi yang buruk terhadap perusahaan Anda.
Perhitungan asset lancar tanpa persediaan masih dibawah 1. Masih cukup ok. Mungkin agak kebesaran saldo persediaan saja. Sebaiknya kedua rasionya tetap angka dibawah 1. hal tersebut akan membuat kondisi likuiditas perusahaan berada pada posisi aman.
Asset lancar sangat cukup untuk membiayai hutang, rasio diatas 1. Sudah bagus. Tinggal dimaksimalkan penggunaan dana segar yang berupa saldo cash atau bank untuk bisa ditempatkan dibentuk investasi jangka pendek yang aman, namun memberikan return yang lebih tinggi dari pada ditempatkan di rekening saja.
Umur piutang usaha diatas 45 hari Umur piutang yang semakin cepat semakin baik. Bila memungkinkan coba tekan perputaran piutang usaha bisa dibawah 30 hari. Hal ini tentunya juga akan meminimalkan terjadinya resiko atas piutang yang tidak terbayar.
Umur perputaran piutang usaha 30-45 hari. Cukup lumayan baik. Namun bila memungkinkan coba diciptkan program-program penjualan yang menarik dan turunkan batas umur piutang usaha. Tentunya dengan umur piutang usaha yang lebih singkat, akan meminimalkan terjadinya resiko atas piutang yang tidak terbayar.
Umur piutang usaha dibawah 30 hari. Sudah bagus. Tekan terus untuk umur piutang usaha. Apabila memungkinkan ciptakan program yang malah mengakibatkan Anda bisa menerima uang muka penjualan dulu dari customer Anda.
Umur persediaan diatas 45 hari. Umur persediaan yang semakin cepat akan semakin baik. Tentunya hal itu juga akan menciptakan kebutuhan akan tempat penyimpanan dan kemungkinan terjadinya deadstock akan lebih kecil. Jadi segera hitung buffer stock usaha Anda dan persingkat umur persediaan Anda didalam perusahaan.
Umur persediaan 30-45 hari. Umur persediaan yang semakin cepat akan semakin baik. Tentunya hal itu juga akan menciptakan kebutuhan akan tempat penyimpanan dan kemungkinan terjadinya deadstock akan lebih kecil. Jadi segera hitung buffer stock usaha Anda dan persingkat umur persediaan Anda didalam perusahaan. Apabila bisa dimaksimalkan menjadi dibawah 1 bulan, akan jauh lebih baik.
Umur persediaan dibawah 30 hari. Sudah bagus. Terus persingkat umur persediaan Anda. Semakin kecil semakin baik.
Umur hutang usaha dibawah 30 hari. Seharusnya umur hutang usaha Anda tidak ada masalah. Namun apabila Anda bisa memperpanjang umur hutang usaha Anda, tentunya Anda akan mendapatkan tambahan modal dari supplier. Tentunya tambahan modal tersebut juga tanpa bunga. Jadi teknik memperpanjang umur hutang usaha adalah salah satu teknik yang bisa Anda pakai. Tentunya juga sesuai dengan persetujuan dari pihak supplier Anda dan tanpa ada maksud untuk tidak melakukan pembayaran hutang.
Umur hutang usaha 30-45 hari. Sudah cukup baik umur hutang Anda. Semakin lama mestinya semakin baik. Karena dengan durasi hutang yang lebih panjang, sebenarnya Anda sedang menggunakan modal tambahan dari pihak supplier. Selama supplier tidak keberatan, maka hal tersebut boleh Anda lakukan dan perhatikan juga untuk pembayaran hutang yang jatuh tempo.
Umur hutang usaha diatas 45 hari. Sudah bagus. Semakin lama tempo hutangnya seharusnya semakin bagus untuk bisnis Anda.
Untuk mendapatkan cash kembali keperusahaan, membutuhkan waktu diatas 45 hari. Untuk mendapatkan cash kembali keperusahaan berdasarkan analisa ini adalah diatas 2 bulan, maka minimal Anda membutuhkan modal untuk melakukan untuk usaha adalah 45 hari. Semakin kecil operating cash cycle akan membuat Anda menghemat dana yang Anda perlukan untuk melakukan operasional perusahaan Anda.
Untuk mendapatkan cash kembali keperusahaan, membutuhkan waktu 30-45 hari. Untuk mendapatkan cash kembali keperusahaan berdasarkan analisa ini adalah diatas 30-45 hari, maka minimal Anda membutuhkan modal untuk melakukan untuk usaha adalah 30-45 hari. Semakin kecil operating cash cycle akan membuat Anda menghemat dana yang Anda perlukan untuk melakukan operasional perusahaan Anda.
Untuk mendapatkan cash kembali keperusahaan, membutuhkan waktu dibawah 30 hari. Sudah cukup bagus. Alangkah lebih bagus, jika kondisi operating cash cyclenya berada diangka minus. Dalam artian umur hutang Anda bisa jauh lebih besar dari piutang usaha dan persediaaan.
Kini Anda sudah mengetahui hasil review bisnis Anda. Jika sudah baik, maka tugas Anda selanjutnya adalah mempertahankannya atau bahkan meningkatkan lebih baik lagi. Jika belum baik, maka tugas Anda selanjutnya adalah membuat apa saja yang masih belum ada atau memperbaiki apa saja yang masih belum optimal.
Untuk mendapatkan panduan atau informasi lebih lanjut untuk penanganan selanjutnya, hubungi tim kami dengan klik tombol berikut ini!